#LawanCOVID19 #AmanDiRumah #BersatuLawanCovid19

Cicilan Motor dan Utang Ditangguhkan Negara Selama Corona, Jokowi: Tak Perlu Khawatir

Presiden Joko Widodo. | news.detik.com

Lumayan, cicilan motor dan utang bakal diringankan pemerintah selama corona ini guys!

Situasi ekonomi yang serba sulit dialami masyarakat ditengah kebijakan social distancing yang diterapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menekan penyebaran virus corona atau Covid-19 di Tanah Air.

Kelompok masyarakat menengah ke bawah yang berprofesi sebaga tukang ojek, sopir taksi hingga nelayan mulai mengeluhkan sedikitnya pendapatan dari kebijakan tersebut. Pemerintah pun mulai memberikan perhatian dengan menyiapkan beberapa langkah kelonggaran pada masyarakat.

Seperti apa langkah pemerintah mengatasi ekonomi masyarakat di tengah wabah corona ini? Berikut ulasannya.

  1. Jokowi Jamin Akan Ada Kelonggaran Cicilan Kredit Untuk Rakyat

Tukang ojek online menjadi salah satu kelompok masyarakat kecil yang terdampak wabah corona
Tukang ojek online | ekonomi.bisnis.com

Dilansir dari Kompas.com, Selasa (24/3), Presiden Jokowi merespon cepat terkait banyaknya keluhan dari masyarakat yang ekonominya mulai terdampak krisis corona.

Negara pun memastikan, kelompok masyarakat bawah akan bisa mendapatkan kelonggaran dalam memenuhi kebutuhan hidupnya terutama yang berhubungan dengan pembayaran cicilan kredit.

Sikap pemerintah ini pun sudah disampaikan secara resmi saat Jokowi melakukan rapat dengan para gubernur pada Selasa (24/3) lalu.
“Tukang ojek dan sopir taksi yang sedang memiliki kredit motor atau mobil, atau nelayan yang sedang memiliki kredit, saya sampaikan ke mereka tidak perlu khawatir,”
“Karena pembayaran bunga atau angsuran diberikan kelonggaran selama 1 tahun,” ucap Jokowi.

  1. Pengusaha UMKM Juga Turut Dibantu Negara

Pedagangan asongan dan pengusaha UMKM juga turut dibantu negara selama corona
Pedagangan asongan dan pengusaha UMKM juga turut dibantu negara selama corona. | www.urb.im

Tidak hanya kelompok masyarakat yang berprofesi sebagai ojek dan sopir taksi saja, pemerintah juga akan memberikan bantuan pada para pengusaha UMKM yang mulai mengalami kelesuaan akibat corona.

Para pengusaha sendiri akan mendapatkan penangguhan cicilan kredit selama 1 tahun dan penurunan bunga, kebijakan ini khusus diberikan pada para pengusaha yang memiliki kredit dibawah Rp 10 miliar.

Kebijakan ini juga sudah dibicarakan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar bisa segera direalisasikan.
“OJK akan memberikan kelonggaran, relaksasi kredit bagi usaha mikro, usaha kecil untuk nilai kredit di bawah Rp 10 miliar. Baik kredit yang diberikan perbankan, maupun industri keuangan non-bank,”
Jokowi juga menegaskan kebijakan social distancing yang sedang digalakkan pemerintah akan tetap memperhatikan kondisi masyarakat terutama yang mencari pendapatan secara harian di jalan.

Rencana pemerintah memberikan kelonggaran pada para tukang ojek, sopir taksi, nelayan, hingga pengusaha UMKM dalam perihal pembayaran cicilan kredit motor dan bank menjadi angin segar yang berhembus kencang.

Semoga hal ini bisa benar-benar terealisasi sehingga kondisi ekonomi masyarakat tidak semakin terpuruk selama kebijakan penanganan corona di Indonesia.


Sumber - https://keepo.me Editor : Titis Haryo

Kota Tegal ‘Local Lockdown’ Hadapi Corona

Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono mulai melakukan penutupan akses jalan di seluruh kota
Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono melakukan penutupan akses jalan di seluruh kota. | jateng.sindonews.com


Walikota Tegal memilih melakukakn lockdown untuk memutus mata rantai penyebaran corona. Semangat Pak!

Walikota Tegal, Jawa Tengah, Dedy Yon Supriyono menetapkan ‘local lockdown’ di wilayahnya per 30 Maret sampai 30 Juli 2020 mendatang untuk memutus mata rantai penyebaran wabah corona atau Covid-19.

Langkah ini diawali dengan menutup seluruh jalan yang memasuki Kota Tegal dengan beton moveable concrete barrier (MBC) agar tidak ada akses keluar maupun masuk kota tersebut.

Lalu, bagaimana penjelasan Walikota Tegal terkait keputusan local lockdown ini? Simak ulasannya.

  1. Tegal berlakukan local lockdown

Dedy saat mengumumkan satu kasus positif corona di Balai Kota Tegal, Jawa Tengah
Dedy saat mengumumkan satu kasus positif corona di Balai Kota Tegal, Jawa Tengah, Rabu (25/3) lalu. | banyumas.tribunnews.com

Dilansir dari Kompas.com, Jum’at (27/3), Dedy memutuskan melakukan local lockdown setelah salah satu warganya dinyatakan positif terinfeksi corona beberapa hari lalu.

Kasus pertama Covid-19 di Tegal ini langsung membuat wilayah tersebut menjadi zona merah penyebaran wabah corona.

Dedy pun meyakini bila keputusannya ini tepat meski akan mengundang banyak pro dan kontra di masyarakat. Namun, dia bersikukuh hal ini merupakan yang terbaik.

“Warga harus bisa memahami kebijakan yang saya ambil. Kalau saya bisa memilih, lebih baik saya dibenci warga daripada maut menjemput mereka,”

Kebijakan lockdown Kota Tegal sendiri mulai dilakukan dengan menutup seluruh akses keluar maupun masuk kota dengan menggunakan beton MBC.

Sebelumnya, Pemkot Tegal juga sudah menutup beberapa ruas jalan dengan water barrier untuk mengurangi aktivitas masyarakat di luar rumah.

“Seluruh wilayah perbatasan akan kita tutup, tidak pakai water barrier namun MBC beton. Yang dibuka hanya jalan provinsi dan jalan nasional,” jelasnya.

  1. Alun-alun ditutup dan lampu kota dipadamkan

Water barrier nampak menutup jalan menuju Alun-Alun Kota Tegal usai adanya kasus positif corona
Water barrier nampak menutup jalan menuju Alun-Alun Kota Tegal usai adanya kasus positif corona. | www.senayanpost.com

Selain memblokade akses jalanan di Kota Tegal, Dedy juga akan memberlakukan jam malam untuk mengurangi kerumunan massa.

Kebijakan ini pun akan mulai berlaku di lokasi-lokasi yang kerap dikunjungi dan menjadi tempat berkumpul warga seperti alun-alun Kota Tegal.

“Pemadaman lampu jalan protokol seluruh kota di malah hari akan diberlakukan,”

Sampai saat ini, jumlah kasus corona di Kota Tegal pun terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan data yang dirilis Dinkes Kota Tegal ada 41 orang berstatus ODP, 13 orang berstatus PDP, 1 orang PDP meninggal, dan 1 orang positif Covid-19.

Keputusan local lockdown yang diambil oleh Walikota Tegal memang cukup menyita perhatian dan menjadi perbincangan publik.

Hal ini tidak lepas dari sikap pemerintah pusat yang masih belum mau melakukan lockdown secara menyeluruh meskipun ada cukup banyak peningkatan kasus corona.

Semoga ke depan ada solusi yang tepat dari pemerintah pusat maupun daerah dalam mencegah penyebaran virus corona sehingga tidak semakin banyak jatuh korban.


Sumber - https://keepo.me Editor : Titis Haryo

Bahas Tuntas Psikosomatik, Kondisi yang Bisa Muncul Saat Kita Terlalu Banyak Baca Info Corona

Penjelasan soal psikosomatik corona
Penjelasan soal psikosomatik via https://tirto.id

Sudah hampir 3 bulanan ini media massa dan media sosial kita dipenuhi berita atau informasi soal virus corona. Setiap buka gadget, ada aja berita terbaru tentang wabah yang sekarang lagi mendunia ini. Bahkan grup-grup perbincangan daring juga nggak ketinggalan membahas soal virus asal Wuhan, Cina tersebut. Berbulan-bulan disuguhi berita yang sama, soal pandemi global yang telah menelan belasan ribu jiwa, rasanya jadi suka parno sendiri. Batuk dikit takut, panas dikit khawatir. Mungkin ada juga yang suhu tubuh normal, tapi bawaannya kayak nggak enak aja gitu, fisik nggak fit, atau rada sakit tenggorokan dikit.

Apakah kalian juga sering mengalami hal yang sama semenjak virus corona merebak?

Kalau iya, ternyata kondisi semacam itu termasuk dalam skala wajar lo. Seorang dokter spesialis kesehatan jiwa, melalui kanal YouTube pribadinya, Andri Psikosomatik, berbagi mengenai kondisi ini. Ia menyebutnya sebagai “corona-coronaan” alias corona jadi-jadian. Tentu aja keadaan ini ada istilah medisnya. Simak bareng, yuk!

Kecemasan akan terinfeksi virus Corona memang banyak menyelimuti kita belakangan ini. Pikiran rasional bisa mencegah kecemasan berlebihan.

1. Istilah medis dari corona jadi-jadian ini bernama psikosomatik. Orang yang mengalaminya seolah merasakan gejala yang dialami pasien positif covid-19. Padahal sebenarnya dia nggak terjangkit

Baca Tweet thread Dr. Andri,SpKJ,FACLP

Psikosomatik, seperti dikutip dari laman Alodokter, berasal dari dua kata; pikiran (psyche) dan tubuh (soma). Kondisi atau gangguan ini terjadi ketika pikiran memengaruhi tubuh sehingga bisa memicu keluhan fisik. Iya, psikosomatik sangat erat kaitannya dengan otak kita. Kalau kita stres, cemas, takut, atau depresi, fisik tubuh akan meresponnya lewat rasa sakit dan nggak nyaman yang kita sendiri rasakan.

Dijelaskan dokter Andri, saat seseorang mendapat suatu informasi secara terus-menerus, informasi itu akan disimpan di bagian otak bernama amigdala. Amigdala selain sebagai pusat memori juga berfungsi sebagai pusat kecemasan. Kalau kelebihan beban, otak akan meresponnya sebagai kecemasan, kita jadi dipaksa buat terus merasa siaga. Ini otomatis bikin kita jadi merasa takut karena informasi itu.

2. Di tengah pandemi kayak gini, orang akan rentan mengalami psikosomatik. Waktu baca-baca soal gejala corona, tiba-tiba tenggorokan kerasa agak gatal dan nyeri

tiba-tiba tenggorokan kerasa agak gatal dan nyeri
Menimbulkan sakit fisik via tirto.id

Tiga bulanan bukan waktu yang sebentar bagi kita terpapar segala informasi soal virus corona. Bayangin aja, dari pagi sampai pagi lagi, wabah ini nggak berhenti diperbincangkan. Nggak cuma dibahas di layar kaca atau lewat berita di koran aja, bahkan virus ini juga jadi bahan obrolan di grup-grup WhatsApp, atau di ruang-ruang keluarga.

Di tengah pandemi kayak gini, orang akan berisiko terkena psikosomatik. Mungkin istilah lebih gampangnya kayak semacam “sugesti” gitu. Waktu baca-baca gejala virus corona, rasanya nggak lama kemudian tenggorokan terasa agak gatal, nyeri, dan nggak nyaman. Atau waktu melihat berita-berita pasien yang meninggal, dalam hati langsung takut, cemas, dan khawatir bakal tertimpa hal serupa.

3. Seorang dokter bernama Shela Putri Sundawa, berpendapat serupa dengan apa yang disampaikan dokter Andri di atas. Malah dokter Shela mengaku merasakan psikosomatik selama ia sekolah kedokteran

Baca Tweet thread dr. Shela Putri Sundawa

Dokter Shela lewat akun Twitternya @oxfara, menceritakan hal serupa. Ia bahkan merasakan kondisi psikosomatik selama sekolah kedokteran. Gejala yang timbul berbeda-beda, sesuai modul yang saat itu dipelajari. Mungkin kalian yang lulusan kedokteran atau yang saat ini masih jadi mahasiswa kedokteran merasakan hal yang sama. Saat lagi belajar penyakit lambung, jadi suka sakit perut atau diare. Saat ganti modul yang memelajari neurologi, tiba-tiba jadi suka pusing.

4. Meski terbilang normal dan wajar, psikosomatik tetap merugikan jika dibiarkan terus-terusan. Nah, ternyata kondisi ini bisa banget dicegah lo!

berita atau informasi soal corona, berarti biar nggak cemas
Meski terbilang normal, tetap perlu dicegah via www.idntimes.com

Psikosomatik bisa dicegah dengan cara mengurangi faktor penyebabnya. Kalau penyebabnya karena keseringan “menelan” berita atau informasi soal corona, berarti biar nggak cemas atau gelisah ya perlu mengurangi asupan informasi tentang corona. Sederhana aja, misalnya kalau sebelumnya hampir semua konten corona pasti dibaca, sekarang cukup yang sumbernya kredibel aja yang dibuka, dari situs-situs resmi pemerintah (WHO, Kementerian Kesehatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dll). Waktu akses beritanya pun juga perlu rada dipangkas, atau ditetapkan batas maksimalnya, misal sehari cuma 2-3 jam aja update coronanya, sisanya buat aktivitas lain yang menyenangkan.

Masalahnya, kita nggak bisa seratus persen acuh terhadap informasi tentang corona ini Guys. Biar gimana pun, virus ini telah jadi wabah global yang perlu penanganan dan kerjasama berbagai pihak termasuk kita. Dan karena virus ini tergolong baru, bisa dibilang informasi tentangnya rawan berubah-ubah. Hasil penelitian hari ini sangat mungkin berbeda dengan hasil penelitian minggu depan, atau bulan depan. Jadi, penting untuk terus meng-update informasi soal corona(asal jangan kebanyakan), biar nggak ketinggalan ya~


Sumber - https://www.hipwee.com/ Editor : Darin Rania

Tentang ‘Lockdown’ dan Kenapa Semua Negara Terinfeksi Virus Corona Perlu Melakukannya

Penjelasan tentang lockdown
Penjelasan tentang lockdown via www.hipwee.com

Selain social distancing, gara-gara virus corona kita juga jadi sering banget denger istilah ‘lockdown‘. Istilah ini pertama kali ramai waktu pemerintah Cina memutuskan me-lockdown Provinsi Hubei karena persebaran virus yang diduga bermula dari Kota Wuhan itu semakin nggak terkendali. Mereka menutup seluruh perbatasan dan mengimbau agar warganya tetap berada di dalam rumah. Baru-baru ini, Italia juga menerapkan kebijakan yang sama, me-lockdown seluruh warga negaranya karena lonjakan kasus Covid-19 di sana cukup tinggi.

Pasien positif corona di Indonesia, per 25 Maret sebanyak 790 orang. Data ini melansir dari data yang dihimpun Kementerian Kesehatan melalui situs resmi penyakit infeksi emerging. Meski pemerintah sekarang sudah mengimbau masyarakat buat social distancing, tapi tak sedikit pihak yang menyarankan agar pemerintah sekalian aja me-lockdown Indonesia, atau minimal daerah yang udah terjangkit virus corona. Berkaca dari Italia, saat jumlah kasus masih 100-an, pemerintah belum bertindak apa-apa. Masyarakat masih bebas berkeliaran. Dua minggu setelahnya, kasus naik drastis jadi ribuan. Nah, buat kamu yang mungkin masih asing sama istilah lockdown, mari kita simak apa sih? kenapa sih harus LOCKDOWN!

Mari mulai dari definisinya dulu...

Akan lebih baik kalau warga berdiam dulu di rumah
Akan lebih baik kalau warga berdiam dulu di rumah via www.latimes.com

Lockdown adalah suatu kondisi yang biasanya merujuk pada situasi genting, di mana akan lebih aman kalau orang menetap dalam rumah, gedung, atau area. Mereka dilarang meninggalkan tempat tersebut atau bepergian secara bebas. Alasannya tentu untuk keamanan, sebab di luar sana sedang ada sesuatu yang mengancam nyawa manusia. Nggak hanya karena virus atau wabah penyakit, lockdown juga biasa diberlakukan jika ada ancaman bom, peperangan, atau penembakan.

Sistem lockdown setiap negara bisa jadi berbeda. Ini beberapa negara dengan kebijakan lockdown-nya masing-masing, seperti yang dilansir dari CNN dan BBC

Di negara yang lockdown pasti ada polisi yang berjaga
Di negara yang lockdown pasti ada polisi yang berjaga via nationalpost.com

Italia: Karena lonjakan kasus yang cukup tinggi, pemerintah me-lockdown seluruh bagian negara Italia. Sebanyak 60 juta orang diminta nggak meninggalkan rumah, kecuali jika ingin membeli kebutuhan. Siapapun yang melanggar bisa dikenai denda atau bahkan dipenjara 3 bulan. Semua fasilitas publik juga ditutup. Petugas militer akan berjaga untuk mencegah pertemuan-pertemuan warga dan memantau gelandangan atau pengemis di sana.

Malaysia: Pemerintah Malaysia baru saja mengumumkan kalau penduduknya dilarang bepergian ke luar negeri, sementara untuk kunjungan pendatang atau turis sangat dibatasi. Aturan ini berlaku sampai akhir bulan Maret. Acara-acara keagamaan, olahraga, sosial, dan kebudayaan dilarang. Semua rumah ibadah, tempat-tempat bisnis ditutup. Swalayan dan sekolah akan ditutup sampai akhir bulan.

Filipina: Pemerintah me-lockdown Pulau Luzon dengan 50 juta lebih penduduk. Semua transportasi publik dihentikan, warga cuma boleh bepergian jika ada hal mendesak. Perkantoran juga ditutup, yang boleh buka cuma supermarket dan rumah sakit.

Perancis: Presiden Perancis memberlakukan lockdown ketika jumlah kasus corona di sana mencapai 5.000. Warga dilarang bepergian dan hanya boleh tinggal di rumah, kecuali untuk tugas penting. Seratus ribu polisi dikerahkan agar seluruh warga patuh pada aturan ini. Jika ketahuan melanggar, akan ada denda jutaan rupiah.

Sebenarnya masih banyak lagi negara yang menerapkan lockdown demi mencegah persebaran virus semakin menjadi-jadi. Yang baru aja lockdown ada Selandia Baru.

Menghadapi wabah seperti ini kayaknya memang butuh langkah-langkah yang agresif. Sekarang bukan saatnya memikirkan kerugian ekonomi lagi, sudah saatnya kemanusiaan jadi yang utama

Lockdown memang secara otomatis akan mematikan perekonomian negara
Butuh langkah agresif via www.reuters.com

Lockdown memang secara otomatis akan mematikan perekonomian negara, sebab semua bisnis atau pertokoan akan tutup. Negara atau suatu daerah akan kehilangan pemasukan. Namun, meski terlihat sangat agresif, langkah tersebut sangat masuk akal jika tujuannya memang menekan kasus corona. Toh, yang dibutuhkan agar suatu wabah hilang memang begitu.

Sekarang coba deh dibayangkan, gimana kalau negara terjangkit nggak memberlakukan lockdown. Jumlah pasien yang terjangkit semakin banyak. Rumah sakit dan tenaga medis kewalahan. Bisa-bisa angka kematian meningkat drastis, bukan lagi karena virusnya, tapi justru karena mereka nggak mendapat perawatan memadai. Kalau negara banyak “kehilangan” penduduknya, berarti tenaga produktif juga berkurang. Biaya yang harus dikeluarkan untuk merawat pasien-pasien yang terus berdatangan bakal membengkak. Jadi secara logika ya sama aja. Malah jauh lebih rugi kalau nggak ada lockdown.

lockdown suatu negara itu bukan keputusan mudah
Lockdown penting dilakukan via www.newstalk.com

Hmm… memang sih, me-lockdown suatu negara itu bukan keputusan mudah. Tapi, untuk saat ini, sepertinya hanya cara itulah yang dapat membuat negara “menang” melawan virus corona. Cara ini juga sudah terbukti di Cina. Dalam kurun waktu 3 bulanan, jumlah kasus bisa menurun drastis, pasien yang sembuh semakin meningkat, sampai rumah sakit khusus corona yang kemarin dibangun udah ditutup gara-gara nggak ada pasien lagi. Nah, kalau menurut kamu gimana nih, Guys? Apakah kamu sendiri siap kalau suatu hari Indonesia bakal di-lockdown?


Sumber - https://www.hipwee.com/ Editor : Darin Rania

Italia: Tolong Belajar dari Kesalahan Kami. Ini Deretan Faktor di Balik Dampak Parah Corona di Sana

Kasus virus corona di Italia
Kasus virus corona di Italia via https://www.nytimes.com

Saat ini virus corona sudah menyebar ke banyak negara. Salah satunya adalah Italia, negara dengan kasus kematian corona terbanyak di dunia, yaitu 7,503 orang hingga Kamis (26/3) pagi. Bahkan angka tersebut sudah melebihi China yang merupakan sumber pandeminya. Menurut laporan CSSE JHU, kini ada 74.386 kasus corona di Italia yang diperkirakan masih akan terus meningkat.

Mengapa kondisi parah ini bisa terjadi di Italia? Ternyata penyebabnya adalah kondisi demografis dan kesalahan yang dilakukan pemerintah. Bahkan negara lain disebut-sebut bisa belajar dari keadaan di Italia. Mari simak selengkapnya.

Saat virus corona mulai merebak di Italia, pemerintah justru menggampangkan kondisi dan tidak cepat bertindak

Masyarakat masih berkeliaran dengan bebas
Masyarakat masih berkeliaran dengan bebas via www.archyde.com

Dilansir dari New York Times, ada lebih dari 400 kasus virus corona di Italia pada 27 Februari silam. Bahkan jumlah kematiannya telah mencapai dua digit. Namun dalam kondisi tersebut, pemerintah terkesan masih santai dan meminta orang-orang Italia untuk tidak mengubah kebiasaan atau lifestyle mereka sehari-hari. Mereka tidak cepat bertindak walaupun kondisi sudah gawat. Akibatnya, masyarakat yang harusnya waspada justru menjadi lengah pada virus corona.

Tak heran apabila sekitar 10 hari kemudian, jumlah penularan meningkat menjadi 5.883 kasus dan korban meninggal menjadi 233 orang. Barulah saat itu pemerintah menyatakan bahwa Italia terserang virus corona dan mulai mengambil tindakan.

Banyaknya populasi orang tua di Italia juga berpengaruh pada tingginya tingkat kematian akibat kasus virus corona. Apalagi banyak dari mereka tinggal dalam keluarga besar

Penularan corona dalam keluarga banyak
Penularan dalam keluarga banyak via www.this-is-italy.com

Menurut laporan Statista, jumlah populasi di Italia yang berusia di atas 65 tahun terus meningkat. Bahkah jumlahnya mencapai 22,8% dari sekitar 60 juta jiwa pada 2019. Kondisi demografis ini sangat mengkhawatirkan dalam menghadapi virus corona. Pasalnya, virus tersebut lebih mudah menyerang orang tua karena kondisi imunitas yang lebih lemah. Itulah salah satu faktor yang diduga kuat menyebabkan angka kematian akibat virus corona di Italia, terutama wilayah bagian utara Lombardy, sangat tinggi.

Namun itu bukan berarti negara-negara yang mungkin populasinya tergolong muda seperti Indonesia, bisa bernapas lega. Banyak faktor lain yang mungkin juga bisa berpengaruh, World Health Organization (WHO) dan para pakar khawatir akan dampak virus corona jika sampai ke negara-negara yang memiliki kondisi seperti angka HIV-nya tinggi atau banyak kasus malnutrisi.

Setelah kondisi semakin parah, akhirnya pemerintah Italia melakukan lockdown secara bertahap. Namun tindakan ini dinilai terlambat

Para tentara yang menjaga kota saat lockdown italy
Para tentara yang menjaga kota saat lockdown via news.sky.com

Italia melakukan tindakan pencegahan secara bertahap. Awalnya pemerintah mengisolasi sejumlah kota, lalu memperluasnya menjadi sejumlah daerah, dan akhirnya melakukan lockdown total pada 9 Maret silam. Orang-orang diimbau untuk tetap tinggal di rumah. Jika ada yang ketahuan keluar rumah tanpa alasan penting, maka bisa didenda. Berbagai fasilitas publik pun ditutup sementara kecuali apotek, bank, dan toko kelontong.

Sayangnya, pemerintah dianggap terlambat dalam menjalankan lockdown. Kasus virus corona sudah terlanjur banyak sehingga penyebarannya pun sangat cepat. Menanggapi hal tersebut, Walter Ricciardi selaku anggota dewan WHO berpendapat bahwa seharusnya lockdown di Italia dilakukan 10 hari lebih cepat. Pemerintah juga dinilai gagal menyampaikan pesan betapa mengancamnya kondisi tersebut sehingga masyarakat sulit mematuhi aturan.

Sebetulnya sistem kesehatan di Italia sudah cukup baik. Namun karena ada terlalu banyak pasien, tenaga medis pun kewalahan menangani

Italia: Tolong Belajar dari Kesalahan Kami. Ini Deretan Faktor di Balik Dampak Parah Corona di Sana
Sistem kesehatan yang mumpuni pun lumpuh via www.reuters.com

Sebagai salah satu negara maju, Italia sudah mempunyai fasilitas kesehatan yang cukup baik. Namun ternyata mereka kewalahan karena jumlah pasien virus corona begitu membludak. Apalagi banyak pasien yang sudah berusia lanjut sehingga butuh perawatan intensif. Kondisi ini semakin parah karena para dokter dan perawat tertular juga penyakit dari pasien. Sudah ada sekitar 2.000 tenaga medis di Italia yang terserang virus corona, seperti dikutip dari Telegraph.

Sederet kondisi itulah yang membuat jumlah kasus virus corona di Italia begitu banyak. Hal paling fatal adalah sikap pemerintah yang cenderung menggampangkan di awal dan terlambat bertindak. Italia berharap negara-negara lain bisa belajar dari apa yang terjadi di negaranya. Untuk tidak menganggap remeh atau bahkan masih berpikiran ini hanya flu biasa, juga untuk segera bertindak cepat dan agresif untuk menghentikan laju penularan virus.

Bukan gimana-gimana, sistem kesehatan Italia yang sering disebut terbaik di Eropa dan di dunia saja, akhirnya lumpuh akibat banyaknya pasien terinfeksi corona yang kebanyakan membutuhkan ruang isolasi dan ventilator. Sayangnya, kini beberapa negara Eropa seperti Spanyol tampaknya mulai mengalami hal yang sama dengan kondisi Italia seminggu yang lalu. Tragedi yang mengerikannya mungkin akan terus terulang, jika negara tidak bertindak agresif, taktis, dan efektif menghadapi pandemi ini. Kita juga harus melakukan tugas kita masing-masing, sebisa mungkin #dirumah aja, wajib jaga jarak 1-2 meter dengan orang lain, pastikan ikuti protokol kesehatan dan disinfeksi kalaupun tetap harus bekerja di luar, serta jaga kesehatan jiwa raga.



Sumber - https://www.hipwee.com/ Editor : Ratu Pandan Wangi

Cegah Corona dengan Cara Membuat Hand Sanitizer Sendiri

Cegah Corona dengan Cara Membuat Hand Sanitizer Sendiri
Hand sanitizer | www.goodnewsfromindonesia.id

Cara membuat hand sanitizer ternyata mudah lho..


Merebaknya wabah Corona membuat harga hand sanitizer melambung tinggi. Cara membuat hand sanitizer sebenarnya relatif mudah sehingga kamu bisa membuatnya sendiri.

Hand sanitizer merupakan cairan berbahan asar alkohol dan dipercaya mampu membunuh 99,9 persen kuman. Sejak 1980-an, orang-orang di Eropa sudah menggunakan cairan berbahan alkohol untuk membersihkan tangan dari kuman.

Inilah Cara Membuat Hand Sanitizer Sendiri


Malas membeli hand sanitizer yang harganya melambung gila-gilaan? Berikut cara membuat hand sanitizer dari lidah buaya dan bahan-bahan lainnya yang harus kamu siapkan di bawah ini.

1. Cuka Putih

Cuka Putih - Membuat Hand Sanitizer Sendiri
Cuka putih | blaxzone.com

Cuka Putih bisa diandalkan untuk membuat hand sanitizer selain juga sebagai penambah rasa dalam sebuah makanan. Saat alhohol sedang langka, kamu bisa mengandalkan cuka putih sebagai obat luar, dengan meneteskan pada kapas lalu menepuknya di kulit yang luka.

Cuka memiliki konsentrasi asam yang cukup tinggi sehingga baik dalam mengatasi masalah kulit, misalnya infeksi akibat bakteri, jamur, atau sejenisnya.

Kutil yang muncul di kulit juga bisa diolesi cuka untuk membuatnya lepas. Mengoleskan cuka pada area rawan infeksi berguna untuk menghindari masuknya mikroba berbahaya.

Kamu bisa mencampurkan cuka dengan sedikit air dan masukkan dalam botol spray. Cairan ini bisa kamu andalkan sebagai hand sanitizer atau membersihkan beberapa perabotan di rumah. Kamu bisa menyimpan dalam kulkas demi menjaga kualitas hand sanitizer ini. Tertarik mencoba cara membuat hand sanitizer dari bahan alami ini?

2. Lemon

Lemon - Membuat Hand Sanitizer Sendiri
Lemon | blog.regopantes.com

Lemon juga bisa diandalkan sebagai cara membuat hand sanitizer dari bahan alami. Perasan air lemon dipercaya mampu mengangkat kotoran dan sebagai pembersih.

Sifat asam pada lemon serta fungsi antibakterinya mampu menjaga kebersihan tangan. Perpaduan asam lemon dan garam bisa menciptakan reaksi yang meningkatkan ion bebas hidrogen.

Kamu bisa membuat hand sanitizer secara simpel dengan campurkan air perasan lemon, sedikit lemon, dan sedikit air dalam botol spray. Campuran ini mampu memutihkan kulit dan menjaganya dari bakteri.

3. Minyak Esensial Lavender

Minyak Esensial Lavender - Membuat Hand Sanitizer Sendiri
Minyak esensial lavender | meramuda.com

Minyak esensial lavender juga bisa diandalkan untuk membuat hand sanitizer. Berbagai penelitian menunjukkan jika minyak ini memiliki kandungan antibakteri dan antijamur alami.

Buat kamu yang memiliki kulit sensitif, minyak esensial lavender aman digunakan. Selain itu minyak ini memiliki aroma yang menenangkan dan bisa membuatmu rileks.

4. Minyak Esensial Jeruk

Minyak Esensial Jeruk - Membuat Hand Sanitizer Sendiri
Minyak esensial jeruk | lifestyle.okezone.com

Bahan alami hand sanitizer selanjutnya ada minyak essensial jeruk yang juga memiliki fungsi antiseptic dan antioksidan. Minyak ini merupakan sumber antioksidan alami dan mampu meregenerasi sel-sel kulit tangan sehingga membuatnya lembut dan kenyal.

Minyak essensial jeruk juga bisa membantu mencegah pertumbuhan virus atau bakteri dan kandungan antioksidan yang dimilikinya bisa menjadi tameng.

5. Minyak Tea Tree Oil

Minyak Tea Tree Oil - Membuat Hand Sanitizer Sendiri
Tea tree oil | www.thebodyshop.co.id

Cara membuat hand sanitizer sendiri berikutnya dengan bahan minyak pohon teh atau Tea tree oil yang biasa digunakan sebagai pencegahan maupun penyembuhan jerawat. Minyak ini memiliki kandungan anti-mikroba dan anti-bakteri yang amat baik dalam menangkal kuman, bakteri, dan virus.

Tea tree oil sudah dipercaya khasiatnya selama berabad-abad karena mampu melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

6. Minyak Eseensial Kayu Manis

Minyak Tea Tree Oil - Membuat Hand Sanitizer Sendiri - Membuat Hand Sanitizer Sendiri
Minyak esensial kayu manis | beritagar.id

Minyak Essensial Kayu Manis juga bisa diandalkan untuk membuat hand sanitizer. Kandungan antibakteri serta antimikroba efektif menghalangi organisme penyebab penyakit selain juga mengharumkan.

Bahan & Alat Membuat Hand Sanitizer dari Minyak Sssensial

Bahan & Alat Membuat Hand Sanitizer dari Minyak Sssensial
Bahan & alat membuat hand sanitizer dari minyak esensial | www.tagar.id

Setelah tahu bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan, kamu bisa menyiapkan berbagai bahan utama sebagai berikut:

  • 3 sendok gel lidah buaya yang bisa dibeli di apotek atau toko kecantikan.
  • Minyak esensial, kamu bisa mencampurkan beberapa jenis minyak esensial atau salah satu. Kamu bisa menyesuaikan takaran dengan keharuman yang inginkan. Biasanya membutuhkan sekitar 8 tetes.
  • 1 sendok makan isopropyl alkohol (IPA) yang bisa dibeli di apotek.
  • Mangkuk kaca atau wadah.
  • Botol plastik kecil untuk menyimpan hand sanitizer. 

Cara Membuat Hand Sanitizer

Cara Membuat Hand Sanitizer
Tips Membuat Sanitizer tangan | tagar.id

Setelah bahan dan alat tersedia, selanjutnya kita bisa langsung membuat hand sanitizer secara mandiri. Berikut cara membuat hand sanitizer sendiri yang bisa kamu coba.

  1. Campur dan aduk bahan yang sudah dipersiapkan tadi ke dalam mangkuk kaca secara merata.
  2. Jangan menggunakan wadah atau mangkuk plastik karena beresiko membuat minyak esensial murni yang belum benar-benar menyatu dalam adonan akan merusak plastik. Tapi jika sudah tercampur sempurna, wadah plastik sudah aman untuk digunakan.
  3. Selanjutnya kamu lihat apakah semua bahan hand sanitizer sudah tercampur secara merata. Pastikan tidak terlalu kental maupun encer, lalu pindahkan ke botol plastik kecil.

Bagaimana, mudahkan cara membuat hand sanitizer sendiri di atas? Kamu bisa mencari bahan-bahan di atas dengan mudah. Selamat mencoba cara membuat hand sanitizer dari lidah buaya dan bahan-bahan lainnya di atas.


Sumber - https://keepo.me Editor : awawaw

Cara Meningkatkan Sistem Imun Tubuh, Ampuh Tangkal COVID-19

Cara Meningkatkan Sistem Imun Tubuh, Ampuh Tangkal COVID-19
Ilustrasi Sistem Imunitas Tubuh | www.pexels.com

Sistem imun merupakan kemampuan tubuh paling penting.


Di tengah kondisi seperti saat ini, memperkuat sistem imun adalah hal yang sangat penting. Sejak pemerintah Indonesia memutuskan bahwa COVID-19 merupakan pandemik (sebuah wabah penyakit yang menyebar dengan cepat) bisa dipastikan setiap masyarakat Indonesia mulai panik.

COVID-19 merupakan virus yang menyerang pernafasan kita, gejalanya seperti influenza. Virus ini pertama kali menyebar di Wuhan, Cina pada awal tahun 2020 ini. Dalam beberapa bulan, COVID-19 telah menyerang dan menyebar di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Yuk, Tingkatkan Sistem Imun Tubuh!


Oleh karena itu, untuk mencegah penyebaran semakin meluas, pemerintah Indonesia menerapkan sistem lockdown untuk mengantisipasi agar tidak menyebar dan menanggulangiyang sudah terpapar. Salah satu poin penting kita agar terhindar dari COVID-19 adalah sistem imun dan menjaga kebersihan.

COVID-19 tidak akan menyerang kita, jika kita senantiasa menjaga kebersihan dan memperkuat sistem imun dalam tubuh. Artikel kali ini akan membahas bagaimana cara meningkatkan imunitas tubuh untuk merespon situasi kesehatan di Indonesia yang tengah terjadi saat ini.

Apa Itu Sistem Imun?

Sistem Kekebalan Tubuh atau Sistem Imun
Sistem Kekebalan Tubuh atau Sistem Imun | merahputih.com 

Sebelum membahas tentang bagaimana cara meningkatkan sistem imun, alangkah lebih baik dijelaskan lebih dulu apa itu sistem imun agar kita bisa lebih bijak dalam menerapkannya.

Sistem kekebalan tubuh atau sistem imun adalah sel-sel dan banyak struktur biologis lainnya yang bertanggung jawab atas imunitas atau kekebalan tubuh, yaitu pertahanan pada organisme untuk melindungi tubuh dari pengaruh biologis luar dengan mengenali dan membunuh patogen.

Sementara itu, respons kolektif dan terkoordinasi dari sistem imun adalah sebuah istilah yang disebut dengan respons imun. Respons imun ini merupakan sebuah cara dari sistem imun dalam tubuh untuk mengenali zat asing dari luar tubuh.

Imunodefiseinsi - Cara Meningkatkan Sistem Imun Tubuh
Imunodefiseinsi | www.deherba.com

Seperti yang kita kenal sekilas, jika sistem imun kita mengalami gangguan kita akan menderita penyakit atau kelainan pada tubuh kita. Gangguan pada sistem imun dapat berupa imunodefisiensi, penyakit autoimun, penyakit inflamasi, dan kanker.

Imunodefisiensi dapat terjadi ketika sistem imun kurang aktif sehingga dapat menimbulkan infeksi berulang dan dapat mengancam jiwa. Pada manusia, imunodefisiensi dapat disebabkan karena faktor genetik seperti pada penyakit defisiensi imunitas kombinasi serta kondisi dapatan.

Kondisi dapatan ini di antaranya seperti sindrom defisiensi imun dapatan (AIDS) yang disebabkan oleh retrovirus HIV. Penggunaan obat imunosupresif telah berhasil menekan sistem imun yang hiperaktif, dan penggunaan imunoterapi telah dilakukan untuk pengobatan kanker.

Cara Meningkatkan Imunitas Tubuh

Cara Meningkatkan Imunitas Tubuh
Cara Meningkatkan Imunitas Tubuh | cloudinary.com

Setelah menyimak penjelasan tentang sistem imun di atas, kita lanjut pembahasan tentang bagaimana cara meningkatkan imunitas tubuh. Berbagai cara bisa dilakukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, termasuk menerapkan pola hidup sehat, berolahraga dan mengonsumsi suplemen.

Cara-cara di atas bisa kita gunakan tergantung kenyamanan kita. Namun biasanya, ketiga cara tersebut bisa dilakukan secara bersamaan bagi yang sudah terbiasa. Tapi, bagi kita yang akan memulai disarankan untuk melakukan satu per satu.

Menerapkan Pola Hidup Sehat

Menerapkan Pola Hidup Sehat
Menerapkan Pola Hidup Sehat | winnetnews.com

Salah satu cara yang paling ampuh untuk memperkuat imunitas tubuh kita adalah dengan melaksanakan hidup sehat. Seperti memperbanyak makan sayur dan buah, cukup istirahat dan menghindari kegiatan yang bisa membuat kita stres bahkan depresi.

Sayur dan buah termasuk makanan penguat imunitas, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan kedua jenis makanan tersebut dapat membuat kita tidak mudah terkena sakit. Hal itu karena kandungan vitamin dan mineral dari makanan penguat imunitas yaitu sayuran dan buah-buahan.

Cukup istirahat dan jangan pernah kekurangan tidur adalah cara untuk mempertahankan kekebalan tubuh kita. Karena jika kita kekurangan tidur, imunitas kita akan menurun dan kita akan mudah stres dan bahkan depresi.

Rutin Berolahraga

Rutin Berolahraga - Cegah Virus Corona
Rutin Berolahraga | cdn2.tstatic.net

Olahraga sangat banyak manfaatnya bagi tubuh kita, selain mempertahankan agar otot-otot dalam tubuh kita tetap bekerja sebagaimana seharusnya, dengan berolahraga juga kita bisa meningkatkan bahkan memperkuat imunitas kita.

Berolahraga rutin tiap harinya sekitar 30 menit dapat meningkatkan sistem imun kita dalam melawan infeksi. Jika kita belum memiliki waktu untuk berolahraga, kita bisa melakukan pemanasan kecil dan bahkan berjalan kaki.

Setelah kita rutin melakukan olahraga, secara bertahap kita kurangi konsumsi rokok dan alkohol secara berlebihan. Karena kedua hal tersebut dapat memberikan risiko tinggi tubuh kita terinfeksi dan merusak kerja sistem imun dalam tubuh kita.

Konsumsi Suplemen untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh

Konsumsi Suplemen - Sistem Imun Tubuh, Ampuh Tangkal COVID-19
Konsumsi Suplemen | grid.id

Selain menerapkan pola hidup sehat dan berolahraga rutin, sebagian orang memilih untuk mengonsumsi suplemen untuk meningkatkan imunitas tubuh. Konsumsi suplemen mungkin dapat menjadi pilihan untuk melengkapi pola makan yang kurang bernutrisi.

Jika kita mempertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen peningkat imunitas tubuh, perhatikan kandungan yang terdapat pada suplemen tersebut. Beberapa kandungan dalam suplemen dapat bermanfaat meningkatkan imunitas atau sistem kekebalan tubuh.

Kandungan pertama adalah Echinacea, kandungan ini dipercaya bermanfaat sebagai antivirus, antiradang dan antioksidan. Di tengah kondisi COVID-19 yang sedang menjadi pandemik di Indonesia, kadungan Echinacea sudah pasti sangat penting karena fungsinya sebagai antivirus.

Kandungan selanjutnya adalah kandungan buah mengkudu atau Morinda citrifolia. Dalam mengkudu terkandungn kalium yang mampu meningkatkan stamina dan sistem kekebalan tubuh sekaligus memperbaiki kerusakan sel dalam tubuh kita.

Phylantus atau daun meniran merupakan kandungan selanjutnya yang wajib ada di dalam suplemen. Karena dalam daun meniran terdapat kandungan antioksidan yang berfungsi menangkal radikal bebas. Selain itu juga vitamin seperti B6, C, dan E sangat dapat membantu meningkatkan sistem imun.

Saat memilih suplemen, pastikan ketiga kandungan tersebut tersedia dalam suplemen yang kita konsumsi agar kekebalan tubuh kita senantiasa terjaga dan dapat selalu meningkat demi menjaga kesehatan tubuh agar dapat selalu produktif.

Rutin Konsumsi Suplemen - Sistem Imun Tubuh, Ampuh Tangkal COVID-19
Rutin Konsumsi Suplemen | orami.co.id

Jika kita telah terbiasa dengan menerapkan pola hidup sehat, berolahraga yang rutin dan mengonsumsi suplemen, ketiga hal tersebut akan semakin memperkuat imunitas tubuh kita. Namun jika kita baru ingin memulainya, disarankan untuk memulai dengan mengonsumsi suplemen.

Karena dengan konsumsi suplemen, bisa memberikan nutrisi pada tubuh kita yang kekurangan nutrisi karena pola makan yang tidak sehat dan teratur. Setelah konsumsi suplemen lancar, kita bisa lanjut dengan menerapkan pola makan dan pola hidup sehat.

Lalu, jika kedua kegiatan tersebut telah sangat lancar dan kita merasakan manfaatnya, kita bisa lengkapi dengan melakukan olahraga rutin untuk lebih membugarkan tubuh kita dan juga memperkuat imunitas tubuh kita. Selain itu, berolahraga juga dapat memberikan efek positif pada kesehatan mental kita, dan menghindarkan kita dari stress atau depresi.

Ulasan mengenai sistem imun di atas semoga dapat bermanfaat untuk kita yang tengah menghadapi kondisi pandemik COVID-19. Jangan khawatir dan jangan menjadi panik, sehingga mengganggu produktifitas kita.

Banyak yang bisa kita lakukan terutama meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Jika tubuh kita memiliki imunitas yang kita. COVID-19 sekalipun tidak akan berani masuk ke dalam tubuh kita. Selamat mencoba, dan semoga bermafaat.



Sumber - https://keepo.me/ Editor : Azmil R. Noel Hakim

Imbauan dan Arti Social Distancing di Tengah Pandemi COVID-19

Himbauan dari WHO | unsplash.com

Cari tahu juga soal social distancing measure dan artinya.


Social distancing adalah salah satu strategi yang digunakan di ranah kesehatan untuk memperlambat persebaran suatu infeksi patogen seperti virus. Banyak tindakan yang termasuk dalam social distancing ini, seperti:

  • Membatasi interaksi fisik dengan orang lain
  • Mengisolasi orang yang terinfeksi
  • Mengarantina orang-orang yang mungkin telah terinfeksi
  • Menjaga jarak satu sama lain secara umum

Social distancing sangat penting diterapkan di tengah pandemi yang sedang berlangsung seperti sekarang ini, sebab belum ada vaksin yang bisa melindungi orang dari virus corona. Fokus ahli kesehatan dunia saat ini adalah memperlambat laju persebaran dari virus corona, karena dengan begitu jumlah kasusnya juga bisa ditekan.

Pasalnya seringkali suatu wabah memuncak karena tenaga medis dan fasilitas-fasilitas kesehatan kewalahan menghadapinya. Padahal sebenarnya kemungkinan sembuh dari penyakit itu cukup besar asal mendapat perawatan yang memadai. Pasien kasus corona ini juga banyak yang meninggal hanya karena kesulitan menemukan rumah sakit yang masih menerima pasien. Makanya, social distancing menjadi sangat penting di saat situasi genting kayak gini.

Dengan merebaknya penyakit pandemik Corona Virus Diseases 2019 atau yang disebut pula sebagai COVID-19, banyak orang mulai mencari cara berjibaku dengan kelincahan virus ini untuk menekan penyebarannya. Mulai dari pola hidup sehat, menjaga kebersihan, penggunaan masker, dan metode jaga jarak alias social distancing pun dikampanyekan.

Namun, masih banyak yang belum tahu arti social distancing sendiri. Banyak yang menganggap langkah ini sebagai salah satu hal yang cukup sulit mengingat manusia adalah makhluk sosial. Lebih jauh lagi, kebiasaan orang Indonesia yang mudah akrab dengan orang lain serta kepadatan penduduk yang cukup tinggi di berbagai pemukiman jadi masalah tersendiri.

Info tentang social distancing measure dan artinya


Terlepas dari berbagai masalah yang menyertai metode ini, ada baiknya kita melakukan beberapa hal yang paling tidak bisa mengurangi risiko penyebaran. Simak beberapa info dan kontribusi yang bisa kamu lakukan untuk melakukan memahami social distancing measures artinya dan penerapannya.

  1. Definisi Social Distancing

Info tentang social distancing measure dan artinya
@cbarbalis | unsplash.com

Arti sederhana dari social distancing adalah adalah menjaga jarak dari orang lain, utamanya di luar rumah dan di tempat umum. Banyak yang salah kaprah mendefinisikan social distancing sebagai bentuk isolasi sosial yang cukup ekstrem.

Padahal, arti social distancing yang disarankan dalam keadaan ini terbatas pada interaksi fisik. Di masa modern dengan banyak gawai dan koneksi internet yang bisa diandalkan, orang sebenarnya masih bisa melakukan interaksi sosial dengan orang lain meski tidak bertatap muka langsung, mulai dari telepon, video call, chat, dan lain sebagainya.

Namun, tak bisa dipungkiri banyak kegiatan lain yang tak bisa dilakukan hanya dengan berdiam diri di rumah dan memanfaatkan koneksi internet dan sambungan telepon. Saat harus keluar rumah, social distancing measure artinya adalah menyarankan untuk menjaga jarak minimal 6 kaki atau sekitar 2 meter dari orang lain.

Social distancing juga tidak mengharuskan untuk menjauhi orang yang tinggal dalam satu rumah. Hal itu tak bisa dihindari lagi karena kalian sudah terjebak dalam satu kubus yang sama. Namun, ada baiknya untuk melakukan arti social distancing terhadap tetangga serta orang asing lainnya yang lokasi tinggalnya tidak berdekatan denganmu.

Hati-hati pula dengan orang yang memiliki gejala flu, lebih baik jangan mendekat. Jika kebetulan kamu yang membawa gejalanya, sadar diri dan berusaha untuk tidak berada di tempat umum kecuali benar-benar darurat dan tidak bisa diwakilkan.

Salah kaprah soal social distancing


Social distancing measures artinya sering tertukar dengan karantina dan isolasi. Karantina dilakukan pada pasien dalam pengawasan karena risiko terpapar COVID-19, biasanya dilakukan selama 14 hari untuk mengamati perkembangan virusnya dalam tubuh seseorang.

Sementara isolasi adalah prosedur yang dilakukan untuk pasien positif dan pasien suspect atau dalam pengawasan. Mereka sudah jadi indung virus sehingga harus ditempatkan pada ruang perawatan isolasi untuk mencegah penyebaran virus ke orang lain. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kamu masih diperbolehkan berinteraksi dengan orang lain dalam jarak yang disarankan dan tetap menjaga kebersihan diri.

  1. Langkah Social distancing Yang Bisa Dilakukan

Langkah Social distancing Yang Bisa Dilakukan
@jesmanfabio | unsplash.com

Setelah mengetahui bahwa social distancing measures adalah kontribusi sederhana untuk mencegah penyebaran lebih luas, kamu bisa mulai membiasakan hal ini. Tidak perlu muluk-muluk, beberapa di antaranya bisa menyelamatkan banyak jiwa.

Melakukan kegiatan di rumah jika memungkinkan


Mulai dari bekerja, belajar, dan beribadah di rumah sendiri adalah cara paling efektif untuk berkontribusi dalam social distancing measures. Tentunya tidak semua pihak punya privilege untuk melakukan ini, terutama untuk pebisnis di bidang kuliner, transportasi, logistik, buruh pabrik, serta beberapa pekerjaan sektor informal lainnya.

Namun, beberapa pekerjaan bisa dilakukan secara remote dari rumah dan tempat lain asal ada koneksi internet. Jika memang kamu bekerja dengan tipe pekerjaan macam ini, ada baiknya kamu bertahan di rumah saja demi mengurangi risiko penularan. Manfaatkan fitur video call, email, dan lain sebagainya untuk berkomunikasi dengan rekan kerja atau klien.

Hindari keramaian bila perlu


Sudah banyak acara dan pertemuan yang dibatalkan karena risiko penularan COVID-19 yang cukup tinggi. Hal ini adalah langkah yang tepat diambil oleh pihak penyelenggara. Selain acara dan pertemuan yang melibatkan banyak orang, ada baiknya pula kamu tidak sering-sering pergi ke tempat umum yang padat manusia.

Jika dapat diwakilkan, tetaplah untuk di rumah. Kamu bis memanfaatkan jasa logistik online untuk membantumu mendapatkan apa yang kamu butuhkan.

Cari kegiatan yang bisa dilakukan di dalam rumah untuk mengurangi kebosanan


Bagi sebagian orang bertahan di dalam rumah adalah hal yang susah dilakukan. Selain masalah karakter, tidak semua orang memiliki fasilitas lengkap di rumah. Oleh karena itu, manfaatkan apa yang kamu punya.

Siapkan bahan atau benda yang bisa kamu manfaatkan untuk menghabiskan waktu di rumah. Bisa dengan buku, board-game, kuota internet, dan bahan makanan secukupnya untuk memasak di rumah, dan lain sebagainya.

Saling menjaga


Seperti yang sudah dijelaskan, social distancing measures artinya condong pada reduksi interaksi fisik. Bukan berarti kamu jadi sosok yang egois dan mementingkan diri sendiri. Tetap jaga komunitasmu, tanyakan kabar pada tetangga dan rekan kerjamu, jalin komunikasi jarak jauh dengan keluargamu yang tinggal di kota atau negara lain.

Pikirkan orang-orang yang rentan seperti pedagang kaki lima, driver ojek, lansia di sekitarmu. Jika kamu punya sembako, sabun cuci tangan, dan masker berlebih, sumbangkan ke mereka yang lebih membutuhkan dan lebih rentan. Ingatlah bahwa penyakit ini hanya bisa diselesaikan melalui langkah yang berbasis komunitas, bukan individu.

  1. Dampak dan Kontroversi Social Distancing

Dampak dan Kontroversi Social Distancing
@agabriel | unsplash.com

COVID-19 merupakan penyakit tipe baru yang tidak terprediksi sejauh ini. Ia juga punya risiko penularan yang lebih tinggi dibanding pandemi sebelumnya macam MERS, SARS, dan bahkan ebola. Waktu inkubasinya pun cukup lama 14-21 hari, jauh lebih lama dibanding penyakit pandemik lain yang tak sampai 7 hari.

Gejalanya pun sangat ringan dan seringkali tak terdeteksi. Untuk itu social distancing adalah salah satu cara yang paling disarankan di saat ini. Namun, bukan berarti ia tidak memiliki dampak negatif dan kontroversi.

Bagi beberapa orang yang tinggal sendiri, social distancing adalah salah satu pemicu munculnya perasaan kesepian. Kesepian tersebut menurut beberapa riset punya dampak yang setara buruknya dengan kebiasaan merokok. Untuk itu, harus ada hal yang dilakukan untuk mengurangi dampak kesepian bagi sebagian orang.

Manfaatkan teknologi dan koneksi internet untuk terus menjalin komunikasi dengan orang terdekat dan dunia luar. Cara lainnya adalah menyelenggarakan pertemuan dalam kelompok kecil saja, misal 4-6 orang saja.

Kemudian, jalin solidaritas dengan orang atau tetangga terdekat. Saling berkunjung sesekali, saling memberikan makanan dan kebutuhan pokok, ngobrol sejenak juga bisa kamu lakukan meski tidak bisa selama dulu.

  1. Sisi Positif Social Distancing Di Masa Pandemi

Sisi Positif Social Distancing Di Masa Pandemi
@jacobaustinrank | unsplash.com

Tak hanya kontroversi dan efek negatif social distancing bisa memiliki dampak positif. Dengan keadaan seperti sekarang, kamu akan punya lebih banyak waktu me-time yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan hobi atau hal lain yang kamu suka.

Social distancing adalah saat yang tepat bagimu untuk belajar manajerial waktu untuk menyeimbangkan antara kehidupan personal dengan tuntutan profesional. Kamu juga seakan disadarkan untuk lebih menjaga kebugaran tubuh dan kebersihan diri dengan adanya pandemi COVID-19 ini.

Ingat pula bahwa pengorbanan saat ini akan sangat bermanfaat untuk banyak orang. Utamanya bagi kita yang sehat dan bukan kelompok rentan meski tidak ada jaminan pula bahwa kita akan terbebas dari risiko tertular. Setidaknya dengan mengurangi kegiatan di luar rumah dan di tengah keramaian, kita tidak jadi indung yang bisa menularkan penyakit ke orang yang lebih rentan.

Dari segala informasi di atas, hal penting saat ini dengan tidak merasa sendiri. Social distancing adalah himbauan yang paling mudah untuk diterapkan secara massal. Bagaimanapun juga, kasus penyakit pandemi macam ini adalah sebuah perjuangan bersama.

Ingatlah bahwa kamu tidak sendiri. Tingkatkan rasa solidaritas, gunakan kesempatan ini untuk memperbaiki pola hidup dan manfaatkan waktu serta sumber daya sebijak mungkin untuk tetap produktif. Jaga diri baik-baik.


Sumber - https://keepo.me/ Editor : Dwi Ayu Silawati

5 Kebiasaan Simpel Efektif Tangkal Virus Corona

5 Kebiasaan Simpel Efektif Tangkal Virus Corona

Virus Corona yang kita hadapi saat ini adalah virus yang sangat menghawatirkan. Sekitar 88 negara di dunia sedang melawan virus yang asalnya berasal dari Wuhan, Cina ini. Bukan hanya melemahkan sistem kekebalan tubuh saja, tetapi virus ini juga bisa memakan korban jiwa.

Lalu bisakah kita menghalau virus COVID-19 ini? Jawabannya bisa, yaitu dengan menaati social distancing yang sudah dianjurkan oleh pemerintah dan melakukan 6 kebiasaan simpel yang efektif tangkal virus Corona. Seperti yang dilansir dari Detik, mari kita simak bersama!

  1. Dengan berolahraga, kamu bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Walaupun harus diam di rumah aja, kamu bisa melakukannya dengan berlari kecil atau melakukan peregangan ringan di rumah.
rajin olahraga

  1. Jam tidur yang berantakan juga bisa membuat daya tahan tubuh menurun dan insomnia. Mulai dari sekarang, jadwal tujuanmu agar lebih berkualitas minimal 8 jam sehari.
tidur yang cukup

  1. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Mulailah mengkonsumsi berbagai macam vitamin yang baik untuk tubuh demi menjaga sistem imun dalam tubuh mu.
makan tepat waktu & teratur

  1. Minum 8 gelas per hari agar tubuhmu tidak kekurangan cairan.

banyak minum air putih

  1. Inilah yang paling penting. Di rumah aja mungkin membuat semakin stres, dan itu akan membuat sistem kekebalan tubuh melemah. Nikmatilah liburanmu dengan melakukan hal-hal positif.
jangan stress berlebihan



Sumber - https://www.pulsk.com/ Editor : Delarosa